Proporsi Saham dan Bagi Hasil

Mengingat penyelenggaraan usaha media massa tergolong dalam kategori bisnis high cost (berbiaya tinggi), tentunya akan sangat tergantung dengan pengadaan dana dan pemodalan. Maka arifnya, kepemilikan majalah ini dipublikkan. Yaitu dengan membuka peluang bagi para investor terpilih untuk mendukung pendanaan operasional dan pengembangan majalah.

Namun kepemilikan dan pemodalan ini harus diatur cermat dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Proporsi Saham

Untuk menjaga keseimbangan dan laju usaha penerbitan Majalah Al-Amien dan meluaskan keterlibatan dan peran banyak pihak dalam majalah ini, maka harus diatur proporsi kepemegangan saham usaha.

Proporsi yang logis dan sehat adalah sebagai berikut:

– 60% Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

– 40% investor luar.

Keterangan:

Proporsi ini dirasa berimbang agar pondok dapat menjadi penentu kebijakan perusahaan. Namun jumlah tersebut masih mungkin direvisi tergantung pada kekuatan dana yang dimiliki pondok.

Batasan ketentuan investasi:

– Investor luar dapat berupa individu, kelompok maupun lembaga.

– Investor luar dapat berasal dari kalangan alumni, walisantri, maupun simpatisan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang telah diseleksi ketat dengan persyaratan utama:

1. Investor harus muslim.

2. Investor harus bervisi, bermisi dan berafiliasi ideologis yang sama dengan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

3. Investor hanya berinventasi dalam manajemen dan keuangan, dan tidak berwenang dalam hal laju penentuan isi dan bobot serta pembubaran majalah.

– Selain pondok, setiap investor, baik individu, kelompok maupun lembaga, tidak boleh menguasai lebih dari 10% saham.

– Minimal investasi bagi investor luar adalah 3%. Jika tidak sanggup memenuhi batas minimal 3%, maka harus bermerger dengan investor lain yang memiliki saham kurang dari 7% untuk kepentingan pemaduan kebijakan.

– Semua investor berkewajiban membantu pengembangan, pemasaran dan penyebaran Majalah Al-Amien.

b. Bagi Hasil dan Resiko Usaha

Majalah ini dasarnya adalah kerja ibadah demi dakwah Islam dan promosi Pondok Pesantren Al-Amien. Namun pengembangan usaha media sangat membuka peluang profit (laba), walau untuk media pemula, target keuntungannya harus sabar dinanti beberapa lama.

Karena majalah ini diproyeksikan untuk diperankan banyak pihak, maka harus ditentukan sejak dini bagi hasil yang menguntungkan semua pihak.

Bagi hasil diambil dari laba bersih usaha. Besaran ditentukan berdasarkan proporsi investasi yang dimiliki para investor. Dengan aturan, semua investor bertanggungjawab atas segala resiko usaha yang terjadi selama perjalanan majalah ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: