SEFT untuk Korban Situ Gintung

Bencana jelas menyisakan luka dan trauma, fisik maupun psikis. Bukan hanya mental korban, tapi juga para penolong (relawan) yang menyaksikan banyak kepedihan akibat bencana.

Selasa (31/03) pagi, empat hari pascabencana jebolnya Situ Gintung yang menelan korban 100 jiwa dan tujuh puluhan masih dinyatakan hilang, Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa Republika bekerjasama dengan LoGOS Institute dan relawan IRG menggelar “Mental Recovery: Trauma Healing”, bagi korban bencana dan para relawan.

Dalam acara yang digelar hanya beberapa meter dari tanggul Situ Gintung yang jebol itu, korban dan relawan diberikan terapi dengan metode Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), untuk menghilangkan trauma dan keluhan fisik lainnya. Menurut Ketua Tim LoGOS Institute, Eko Nugroho, SEFT merupakan penggabungan antara spiritualitas (melalui doa, keikhlasan, dan kepasrahan) dan energy psychology. Teknik ini telah terbukti secara ilmiah dan bebas dari unsur supranatural atau klenik.

SEFT merupakan teknik pengembangan diri ekletis yang menggabungkan 14 macam teknik terapi (termasuk kekuatan spiritual) untuk mengatasi berbagai macam masalah fisik, emosi, pikiran, sikap, motivasi, perilaku, dan peak performance secara cepat, mudah dan universal.

14 macam teknik itu meliputi Cognitive Therapy (NLP), Behavioral Therapy, Logotherapy, Psychoanalisa, EMDR, Self Hypnosis (Ericsonian), Sugesty & Affirmation, Visualization, Gestalt Therapy, Meditation, Sedona Methode Provocative Therapy, Energy Therapy (EFT), dan Powerful Prayer.

“Prinsipnya kita menekankan kepada pasien untuk menerima secara ikhlas cobaan yang diberikan, kemudian melancarkan kembali aliran energi yang tersumbat melalui titik akupuntur,” papar Eko sambil menerangkan titik-titik akupuntur yang biasa dipakai.

Menurutnya, keistimewaan dari teknik ini adalah karena proses yang cepat dan mudah serta bisa dilakukan oleh semua kalangan. Selain itu, metode ini juga bukan sekedar untuk mengobati trauma psikis saja, tapi juga masalah fisik.

SEFT dikembangkan dari Emotional Freedom Technique (EFT™), oleh Gary Craig (USA), yang saat ini sangat populer di Amerika, Eropa dan Australia, sebagai solusi tercepat dan termudah untuk mengatasi berbagai masalah fisik, emosi, dan untuk meningkatkan performa kerja. Saat ini EFT telah digunakan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.

Alasan pemilihan teknik ini karena efektif, mampu menyelesaikan berbagai masalah fisik dan emosi, bahkan untuk beberapa masalah yang divonis tak lagi memiliki harapan oleh dokter. Selain itu, teknik ini juga mudah dan cepat, sehingga semua orang, bahkan anak-anak dan orang lanjut usia, bisa melakukannya. “Biasanya waktu yang dibutuhkan hanya 5 sampai 15 menit. Tergantung tingkat kedalaman trauma,” tambah Eko.

Para korban dan relawan menyambut antusias acara ini. Seperti diakui Slamet Santoso (43), korban bencana di RT 01/08, yang dekat dengan lokasi tanggul jebol. ”Sebelumnya badan saya sering ngilu di bagian pundak. Mungkin karena kecapaian,” jelas Slamet. Tapi setelah diterapi selama lima menit, ia mengaku sakitnya hilang. Slamet sekarang tak lagi khawatir sakitnya akan kembali datang, karena ia sudah bisa menerapi sendiri dengan metode SEFT yang diajarkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: