Membuat Si Kecil Gemar Membaca

Sofyan Badri


Kebiasaan membaca sejak dini bisa menggali bakat dan potensi anak. Juga akan memacu daya nalar, dan melatih konsentrasi mereka.

Asmarani Rosalba, atau dikenal Asma Nadia, novelis, penulis buku cerita anak dan CEO Penerbit Lingkat Pena adalah figur sukses dan berpengalaman memperkenalkan bacaan pada anaknya sejak dini. Di samping prestasi yang terus meningkat di sekolah, anak tertuanya sudah pandai membaca saat berusia empat tahun, dan telah mampu mengarang dengan baik saat usianya tujuh tahun.

Asma sadar, untuk mengapresiasikan budaya baca pada anak, orangtua penting memberi contoh. Atau, rajin mendongeng dan memperkenalkan buku-buku cerita yang sesuai usia anak. Namun, jangan paksa anak untuk membaca, jika orangtua tak pernah membaca. Agar anak-anak tak bosan membaca, Asma memiliki kiat. Ia beri anaknya aneka buku lucu dan berwarna-warni. Tentunya dengan bacaan yang sesuai usianya.

Menurut Asma, cara terbaik memperkenalkan budaya baca kepada anak usia 0-2 tahun yang tengah dalam proses pengembangan motorik, adalah dengan mendongeng dan memberi contoh. Agar lebih menarik, orangtua harus mampu bermain intonasi dan gerak tubuh saat mendongeng. Bagi anak usia 0-5 tahun bisa diberi buku-buku plastik yang bisa dibawanya ke mana-mana, termasuk saat mandi.

Saat awal upaya menggairahkan minta baca anak, anak dapat diberi buku-buku berisi satu kata perhalaman. Kemudian dikembangkan dengan memberinya buku satu kalimat perhalaman.

BOX

Menumbuhkan Minat Baca Anak

Dalam //Parents Who Love Reading, Kids Who Don’t// (Grasindo, 1997), Mary Leonhardt menyodorkan beberapa tips menumbuhkan minat baca anak:

1. Memberi buku atau majalah yang penuh gambar-gambar menarik. Biarkan anak membolak-baliknya. Untuk mengetahui minat membaca anak, sesekali coba minta ia pilih buku atau majalah yang ada.

2. Biarkan anak membaca komik, majalah atau koran. Karena masing-masing bacaan itu memiliki kelebihan. Komik memiliki karakter, garis cerita, jenis bahasa, dan nada yang sama. Majalah dan koran memiliki artikel dan cerita pendek yang dapat dibaca dalam waktu singkat. Bersamaan dengan timbulnya minat baca anak, mulailah gerakkan mereka untuk membaca buku.

3. Buku pertama yang patut diberikan adalah buku yang berciri humor. Karena anak kerap terkesan pada buku yang lucu.

4. Buku apapun yang disukai anak, sepatutnya orangtua dukung.

5. Dalam tahap pengembangan, orangtua harus mulai memperkenalkan bacaan lain di luar bacaan yang disukai anak.

6. Berikan dukungan agar anak mau menambah bahan bacaannya. Orangtua bisa menawarkan buku-buku yang pernah disenangi.

7. Saat anak sudah mempunyai kebutuhan terhadap buku, biarkan ia mencari buku sendiri.

8. Agar anak betah membaca buku, rumah yang menyenangkan harus disiapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: