Agar Keluarga Utuh

Terus meningkatnya kasus perceraian di Indonesia, membuat kita miris. Penyebabnya banyak. Dari alasan pribadi, komunikasi, ekonomi, hingga adanya pihak ketiga, dan lain-lain.

Berikut ini beberapa tips membangun keluarga muslim agar harmonis dan kian utuh.

Bangun Komitmen Spiritual

Sebuah perbuatan akan terjadi jika ada peluang dan kemampuan. Keduanya hanya bisa dihalangi oleh kuatnya komitmen agama.

Komitmen inilah yang membuat Nabi Yusuf AS mampu menghindari perselingkuhan dengan Zulaikha. Nabi Yusuf benar-benar mendapatkan kesempatan langka, namun ia tidak tergoda (Qs. Yûsuf [12]: 23).

Komitmen spiritual, akan membuat seseorang tunduk pada kebenaran, dan mampu berakhlak mulia. Pandangan, ucapan dan pergaulannya juga akan senantiasa terjaga.

Bangun Komitmen Berkeluarga

Pernikahan akan terasa dinamis, andai pasangan suami istri memiliki komitmen untuk memenuhi hak dan kewajiban masing-masing sebaik mungkin.

Suami berkomitmen untuk menjadi kepala rumah tangga terbaik. Istri juga berkomitmen menjadi ratu dalam rumah tangganya. Ketika fungsi-fungsi ini tak berjalan, maka akan lahir ketimpangan dan penyelewengan.

Bangun Komunikasi yang Sehat

Suami istri perlu membiasakan suasana komunikasi yang cair dalam asas musyawarah. Suasana dialogis perlu dikembangkan untuk menjaga keharmonisan. Dibutuhkan pula keterbukaan, kemampuan mendeteksi perubahan sikap, dan peduli untuk mengetahui keadaan pasangan.

Selesaikan Masalah Sejak Dini

Jangan sepelekan masalah yang timbul. Termasuk masalah yang kita anggap kecil. Sebab, perselingkuhan sering berawal dari masalah-masalah sepele.

Maka, berhati-hatilah ketika pasangan marah-marah melihat salah satu kebiasaan kita. Atau ketika ia mengatakan bosan. Segera cari solusi terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak.

Jadilah Pasangan Terpercaya dan Dibutuhkan

Setiap pasangan harus mampu memberi service memuaskan bagi pasangannya. Sehingga tak ada alasan untuk mencari kepuasan di luar rumah.

Suami atau istri harus menjadi penenteram bagi pasangannya ketika didera masalah. Ia harus hadir, membantu dan menenteramkan. Bukan malah menambah masalah.

Bersikap Bijak dan Tepat

Sikapi dengan bijak dan tepat bila mengetahui adanya gejala-gejala perselingkuhan. Caranya: Pertama, kembalikan semua masalah kepada aturan Allah SWT dan Rasul-Nya. Kedua, suami maupun istri melakukan koreksi diri dan saling mengingatkan, untuk menemukan dan menilai kesalahan yang telah terjadi. (tata septayuda)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: