Peminat Pasar Tradisional Masih Tinggi

Dhorifi Zumar

Di tengah isu makin terdesaknya pasar tradisional oleh kehadiran pasar modern (minimarket, supermarket, hypermarket) yang dewasa ini kian mengepung lingkungan warga/konsumen, MARS Indonesia menggelar survei.

Berdasarkan hasil survei tersebut terungkap bahwa kunjungan konsumen di delapan kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, Palembang) ke pasar tradisional masih sangat tinggi. Setidaknya sekitar 85,9% dari 5.476 responden menyatakan berbelanja ke pasar tradisional dan hanya 14,1% saja yang tidak pernah.

Angka ini tentu lebih tinggi dari kunjungan konsumen ke pasar modern, terutama supermarket dan hypermarket, yang hanya 83,3% dan 64,9%. Pasar tradisional hanya dikalahkan oleh minimarket yang mencapai 89,8%. Tapi secara keseluruhan, kunjungan konsumen ke pasar tradisional masih lebih unggul dibanding pasar modern.

Dari sekitar 85,9% konsumen yang menyatakan pernah berkunjung atau berbelanja ke pasar tradisional tersebut, masing-masing memiliki frekuensi kunjungan berbeda-beda. Sebagian besar (48,7%) menyatakan berkunjung lebih dari satu kali dalam seminggu. Lalu 14,4% menyatakan satu minggu sekali, dan 6,7% hanya melakukannya dua minggu sekali. Selanjutnya, yang berbelanja sebulan sekali sebanyak 5,2% dan kurang dari sebulan sekali 10,9%. Sedangkan yang menyatakan tidak pernah sama sekali hanya 14,1%.

Berdasarkan kategori kota, konsumen di Surabaya terindikasi lebih sering berbelanja ke pasar tradisional lebih dari satu kali dalam seminggu. Berbanding konsumen di Jakarta, Bandung, Medan dan kota-kota lain dengan tingkat kunjungan mencapai 64,5%. Rincinya: Jakarta (44,3%), Bandung (35,9%), dan Semarang (46,5%). Yang menempel ketat Surabaya adalah Makassar dan Palembang, dengan frekuensi kunjungan mencapai 63,5% dan 60,2%.

Tabel-1. Frekuensi Kunjungan ke Pasar Tradisional Menurut Kota (%)

Frekuensi Total Jakarta Bandung Semarang Surabaya Medan Makassar Balikpapan Palembang
> 1 kali dalam seminggu 48,7 44,3 35,9 46,5 64,5 52,0 63,5 29,7 60,2
1 minggu sekali 14,4 12,0 19,7 15,3 12,3 20,8 7,9 25,4 15,5
2 minggu sekali 6,7 5,8 10,2 7,8 4,9 9,7 1,9 11,0 7,5
1 bulan sekali 5,2 6,2 3,1 9,6 2,9 4,4 3,0 8,2 4,8
< 1 bulan sekali 10,9 13,4 8,7 17,3 6,7 9,2 7,3 12,2 5,2
Tidak pernah 14,1 18,3 22,4 3,5 8,6 3,9 16,4 13,5 6,8

Sumber: MARS Indonesia, 2009

Sementara untuk frekuensi kunjungan satu minggu sekali, konsumen di Balikpapan mengungguli konsumen di kota-kota lainnya. Kota minyak di Kalimantan Timur ini juga terunggul untuk belanja dua minggu sekali. Sedangkan untuk frekuensi belanja satu bulan sekali atau kurang dari itu, konsumen di Semarang terlihat yang paling sering dibanding konsumen kota-kota lainnya.

Berdasarkan kelas sosial-ekonomi (SES), terdapat indikasi bahwa belanja lebih dari sekali dalam seminggu, hampir merata dilakukan oleh semua kelompok SES dengan tingkat perbedaan yang relatif tipis. Walau demikian, SES D&E menjadi yang terunggul dengan porsi 52,4%, disusul berikutnya SES C sebanyak 50,9%. Sedangkan SES A hanya 43,6% dan SES B 41,9%.

Sementara untuk belanja satu minggu sekali dan dua minggu sekali, SES B terindiikasi paling sering, yakni mencapai 16,2% dan 8,6%. Sedangkan untuk belanja satu bulan sekali menjadi milik SES C serta kurang dari satu bulan sekali menjadi dominasi SES D dan E.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa belanja ke pasar tradisional masih menjadi dominasi kelompok konsumen yang berpenghasilan menengah ke bawah, yaitu mereka yang berasal dari SES D dan E maupun SES C. Sedangkan SES A dan B yang merupakan kelompok konsumen menengah ke atas, tidak terlalu dominan.

Motif Belanja

Apa tujuan konsumen berkunjung ke pasar tradisional? Mayoritas konsumen yang berkunjung ke pasar tradisional hanya punya satu tujuan, yaitu berbelanja. Sedangkan konsumen yang berkunjung ke pasar modern (minimarket, supermarket, hypermarket) selain untuk berbelanja, juga punya tujuan lain. Seperti refreshing atau jalan-jalan (window shopping). Tujuan kedua ini justru yang malah mendominasi alasan konsumen datang ke hypermarket (19,25) dan sebagian supermarket (8,8%), kecuali minimarket.

Konsumen yang berkunjung ke pasar tradisional, umumnya bertujuan untuk belanja sayur-mayur, ikan/daging segar dan lauk pauk. Ketiga jenis barang itulah yang banyak diburu konsumen pasar tradisional, selain juga bahan sembako seperti beras. Konsumen yang berbelanja sayur-mayur mencapai 58,6%. Rupanya sayur-mayur di pasar tradisional dikenal relatif segar dan banyak pilihannya, dibandingkan yang ada di pasar modern.

Sedangkan konsumen yang berbelanja ikan/daging segar sebesar 22,0%, dan lauk-pauk 15,3%. Sementara bahan sembako seperti beras, gula, minyak goreng, dan lain-lain 12,7%, serta kebutuhan sehari-hari (consumer goods) seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, dan sebagainya sebanyak 12,1%.

Bumbu dapur menduduki peringkat keenam sebagai jenis barang yang paling sering dibeli di pasar tradisional, dengan porsi 10,8%. Selain itu terdapat buah-buahan segar (4,2%), pakaian (1,8%), dan makanan/minuman ringan (1,0%). Adapun barang-barang lain meraih porsi 3,9%.

Tabel-2. Tujuan Kunjungan Konsumen ke Pasar Tradisional (%)

Tujuan Total Jakarta Bandung Semarang Surabaya Medan Makassar Balikpapan Palembang
Membeli sayur-mayur 58,6 61,9 57,3 73,9 72,1 41,5 38,5 72,5 20,4
Membeli ikan/daging segar (ayam, sapi, ikan, udang,…..) 22,0 7,7 26,6 33,7 46,0 32,0 34,4 59,5 8,2
Membeli lauk-pauk 15,3 11,7 7,1 23,6 22,5 21,2 27,3 9,4 10,0
Membeli bahan sembako 12,7 11,4 8,5 17,4 5,6 29,6 19,0 10,2 3,4
Membeli kebutuhan sehari-hari 12,1 12,1 4,1 2,5 12,4 24,0 15,5 0,5 19,2
Membeli bumbu dapur 10,8 4,7 15,0 11,9 20,3 14,9 31,7 16,8 0,6
Harganya murah 6,2 5,9 6,6 0,4 4,9 0,0 0,9 16,2 32,7
Barangnya dapat ditawar 4,9 4,4 12,9 0,0 2,9 0,0 0,9 7,7 18,4
Membeli buah-buahan segar 4,2 4,0 3,0 7,8 4,1 5,9 0,8 6,8 1,4
Membeli pakaian 1,8 2,9 0,0 1,1 0,6 1,4 0,8 0,0 2,7
Barangnya lengkap 1,2 0,3 8,5 0,0 0,2 0,0 0,0 0,7 3,7
Membeli makanan/minuman ringan 1,0 1,1 0,7 1,9 1,5 0,4 0,0 0,6 0,2
Lainnya 3,9 2,9 5,3 7,7 1,8 4,3 4,3 2,9 7,9

Sumber: MARS Indonesia

http://www.marsindonesia.com

Adapun faktor yang mendorong konsumen berbelanja ke pasar tradisional, selain karena stok barangnya lengkap, harganya pun relatif murah karena dapat ditawar. Itulah antara lain tujuan konsumen datang ke pasar tradisional.

Dilihat kecenderungan per kota, konsumen di Semarang relatif lebih sering berbelanja sayur-mayur di pasar tradisional dibanding konsumen di tujuh kota lainnya, meski dengan selisih yang cukup ketat. Di Semarang, konsumen yang membeli sayur-mayur mencapai 73,9%, sementara di Balikpapan 72,5%, dan Surabaya 72,1%.

Untuk belanja ikan atau daging segar, konsumen di Balikpapan menjadi yang tertinggi tingkat pembeliannya, mencapai 59,5%. Disusul konsumen di Surabaya dengan porsi 46,0%. Sedangkan yang paling rendah adalah konsumen di Jakarta, hanya 7,7%.

Konsumen Makassar merupakan konsumen tertinggi memanfaatkan pasar tradisional untuk belanja lauk-pauk dibandingkan kota lainnya. Terdapat 27,3% konsumen di kota itu yang berbelanja lauk-pauk, berikutnya konsumen di Semarang (23,6%).

Selanjutnya, untuk belanja bahan sembako dan kebutuhan sehari-hari, konsumen di Medan menjadi yang terbanyak, mencapai 29,6% dan 24,0%. Sementara untuk pembelian bumbu dapur, konsumen di Makassar kembali menduduki peringkat pertama, dengan raihan 31,7%.

Belanja buah-buahan segar, mendominasi konsumen di Semarang dan Balikpapan, dengan porsi 7,8% dan 6,8%. Sedangkan belanja produk pakaian di pasar tradisional, paling disukai konsumen di Jakarta (2,9%), dan Palembang (2,7%).

Dilihat dari kategori per SES, terdapat tiga jenis barang utama yang paling banyak dibeli oleh konsumen di semua SES ketika berbelanja ke pasar tradisional. Yaitu sayur-mayur, ikan/daging segar (ayam, sapi, ikan, udang), dan lauk-pauk.

Sayur-mayur menjadi komoditi yang paling banyak dibeli oleh konsumen pasar tradisional di SES A. Sedangkan untuk ikan/daging, cenderung lebih banyak dibeli oleh konsumen kelas menengah (SES B dan C).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: