Mak, Cium Keningku!

Mak,

Kaulah bingkai hidupku, yang berserak di tiap aliran darah

Engkau dupa abadi yang mengepul, membubung dengan agung

Kasih di horizon…

Di dalam rahimmu yang membungkusku

Hantarku berlayar di pulau bernama hidup ini

Mak,

Jika kau berlayar menyeberangi empat samudera,

Atau mungkin semesta sekalipun

Hanya kau yang akan kunisbatkan, di sampingku!

Karena aku takut kau terbelit di orbit jagad ini

Mak,

Engkau aliran nafas yang hidupiku

Yang buat jantungku tetap berdetak hingga kini

Karena harapku untuk terjun di jemarimu

Mak,

Kau sisir rambutku dengan dua keriputmu

Sedang aku meronta dalam kanakku

Kau elus kepalaku lembut,

Aku merengek-rengek, bergelanyut manja di leher tuamu

Kau cium keningku perlahan

Dan aku sekarat,

Saat tahu itu ciuman pertama dan terakhirmu

Wiladatul Lathifah (Wiwit), santriwati kelas I TMI Putri Al-Amien Prenduan asal Bluto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: