Aku yang Rapuh

Kering kerontang sudah jelmaku

Rapuh melepuh termakan waktu

Ketika kau mulai hidangkan secangkir susu

Rasanya empedu

Apimu yang berkobar tak jua padam

Panasnya menikam gersang dadaku

Tapi aku tetap bergeming dalam deru nafasmu,

memburu nadiku, yang lain.

Namun kau tetap acungkan silau pedangmu

Walau sorot mataku sudah menjelma hujan

Nadya .S. El-Wafie, santriwati kelas VI MTA Putri  asal Masalembu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: