Padi

Di kilang-kilang padi, urat kami meronta

Sepanjang matahari melahirkan anak cahaya

Kami gerakkan tubuh kami,

Supaya lelah hilang dibawa senyum angin

Jari-jemari kami tetap tegar menanam padi

Sungguhpun muka kami kemarau

Derai tawa sengaja kami buat meski perih

Melihat awan tak menutup bumi dan membiarkan matahari

Menaiki tangga-tangga hari, tak mengapa

Di hitam kulit kami menggaris jalur jalan keringat.

Mengalir tumpah

Sampai kapan kami berhenti

Sampai bibir malam memeras hati

Dan duhur asar menjadi  waktu berhenti,

Seperti barisan-barisan koma dalam kalimat,

Biar lelah kami hilang sejenak hingga senja ini

Kami masih di kilang-kilang padi

Di ladang-ladang harapan kami

SSA 1 Juni 2009

Imam Ghozali, santri kelas V TMI Putra asal Sampang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: