Antara Ujian dan Karma

Eko Cahya Sandi

“Dan jika kami hendak menghancurkan suatu negeri, maka kami perintah orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), kemudian kami hancurkan sehancur-hancurnya”(QS. Al-Isra’ [17]: 16).

Jelas sudah, bahwa Allah menjanjikan sebuah ancaman yang begitu dahsyat bagi suatu negeri yang penduduknya mendurhakai Allah. Terbukti pada tanggal 30 septermber 2009 yang lalu, tepat pada 17.16 waktu Indonesia bagian barat, gempa berskala 7,9 mengguncang kota Padang.

Dalam ayat lain QS. As-Syuura ayat 30, Allah berfirman, “Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian (dari kesalahan-kesalahanmu)”

Maka, sebuah ihwal peristiwa bencana alam yang kian marak terjadi di negeri ini, bukanlah semata kecelakaan biasa, atau sebatas bergesernya sebuah lempengan di dasar laut, akan tetapi lebih dari itu, semua terjadi karena sudah menjadi rencana Allah SWT. Tentu saja apabila terlalu banyak terjadi sebuah bencana alam, bahkan berturut-turut dalam satu tahun, sangat berdampak besar bagi stabilitas kejiwaan banyak orang.

Dari sini, rasanya kita ingin bertanya kepada Tuhan tentang ihwal apa yang sedang direncanakan untuk manusia di bumi Indonesia ini. Terhitung sejak pemerintahan SBY, sudah banyak musibah terjadi di Indonesia. Mulai musibah Tsunami di Aceh, lumpur lapindo, gempa di Yogyakarta, Pangandaran, Tasik Malaya, dan kemudian gempa yang terjadi di kota Padang dengan kekuatan 7,9 SR.

Lantas pertanyaan selanjutnya, dalam bentuk apakah bencana ini ditimpakan pada penduduk Indonesia. Sebab, Indonesia sebagai Negara yang didominasi oleh umat Islam, tentu memiliki banyak alasan untuk lebih dilindungi oleh Allah dalam segala urusan.

Akan tetapi, mari kita putar-balikkan kejadian ini pada apa yang telah Allah firmankan dalam surat Al-Isra’ ayat 16 di atas. Allah bernjanji akan menghancurkan sebuah negeri yang penduduknya durhaka kepada-Nya. Yang kemudian ayat tersebut dipertegas lagi dalam surat Asy-Syuura ayat 30, bahwa semua hal yang terjadi ini merupakan suatu bentuk balasan atas apa yang telah diperbuat oleh manusia.

Maka dari kedua ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa bencana ini merupakan karma atas perilaku buruk yang dilakukan oleh penduduk Indonesia. Baik perilaku korupsi, prostitusi, perampokan, dan tindakan buruk lainnya.

Namun, hal ini tidak kemudian menjadi sesuatu yang  perlu disesali. Bencana ini akan menjadi sesuatu yang konstruktif jika dimaknai sebagai suatu pelajaran yang diambil hikmahnya untuk kemudian melakukan perbaikan-perbaikan perilaku dan pengabdian diri kepada Allah SWT. Berbeda dengan Negara lain yang memang diberikan kemudahan walaupun sudah melakukan kejahatan. Mereka diberi kesenangan di bumi, namun di sisi lain mereka tidak diberi kesempatan untuk bertaubat dan muhasabah. Sehingga mereka akan hancur sehancur-hancurnya. Sebagaimana firman Allah, semua yang ada di dunia ini akan musnah seketika kecuali Dia

Maka, sebelum itu semua terjadi dan berakhir dengan kejelekan maka mari kita niatkan diri untuk taubatan nasuha kepada Allah demi mendapatkan ridho-Nya, Amien. Tentunya dengan mempertimbangkan semua amal perbuatan kita, dan mencobanya untuk mengakhirinya dengan husnul khotimah.

Eko Cahya Sandi, santri kelas V TMI asal Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: