Evaluasi Belanja Keluarga

Fathurroji NK

Saat bulan puasa dan menjelang lebaran, biasanya kebutuhan belanja keluarga cenderung meningkat. Jika tidak hati-hati mengatur pengeluaran, kas keluarga bisa jebol.

Sebut saja Aan, ibu dua anak ini sudah mulai sibuk membeli baju untuk anak-anaknya sebelum puasa tiba. Alasannya, agar tidak repot berbelanja di bulan puasa akibat lelah karena perut kosong.

Sementara Tatik memilih berbelanja saat bulan puasa karena uang Tunjangan Hari Raya (THR) suami baru turun sepekan sebelum lebaran. Banjir diskon di pusat-pusat perbelanjaan juga biasanya baru muncul menjelang lebaran.

Begitulah potret kesibukan para ibu saat atau menjelang puasa dan lebaran. Dalam masyarakat kita, juga ada kecenderungan seseorang untuk lebih boros di kedua masa tersebut.

Ketika puasa, misalnya, menu makanan yang tak biasa dihidangkan di luar bulan puasa muncul. Begitu pula menjelang lebaran, para ibu akan mulai berbelanja kebutuhan yang tidak biasa mereka belanjakan saat bulan-bulan lain.

Agar tidak mengoyahkan keuangan keluarga, Perencana Keuangan Ahmad Gozali menganjurkan agar apa saja yang akan dilakukan selama masa-masa itu direncanakan dengan baik. Perencanaan yang baik, paling tidak harus dilakukan dua bulan sebelum hari “H”, untuk menghidari pengeluaran biaya yang tidak perlu.

Ada banyak cara menghindari boros saat puasa dan lebaran. Kuncinya, imbuh Gozali, adalah pengendalian diri. Puasa menurutnya, bukan sekadar mengendalikan lapar dan haus, tapi juga nafsu untuk berbelanja. Bagi kaum hawa mungkin ini agak sedikit berat untuk dilakukan. Karena itu, diperlukan strategi khusus untuk mengubah tradisi boros di dua kesempatan tersebut.

Langkah utamanya, memisahkan antara kebutuhan rutin hidup sehari-hari dengan kebutuhan tidak rutin saat puasa dan lebaran. Kemungkinan naik atau turunnya biaya saat puasa dan lebaran, harus diantisipasi. Menu harian keluarga juga harus diatur dengan bijak, dan upayakan agar tidak berbelanja saat hari puasa.

“Berdasarkan penelitian, keinginan belanja seseorang akan meningkat tinggi ketika ia sedang lapar,” ujar Gozali. Untuk itu sebaiknya biaya kebutuhan puasa dan lebaran dianggarkan sebelum puasa tiba, supaya jumlahnya lekas diketahui dan pengadaan dananya juga dapat dipenuhi sejak dini.

Menurut Gozali, banyak manfaat berbelanja sebelum puasa. Di antaranya: irit tenaga, dan harga-harga barang juga tidak setinggi saat puasa atau menjelang lebaran. Di samping itu, ketika menjalankan ibadah puasa, kita akan bisa lebih khusyu’ dan tidak terbebani kepentingan belanja.

Jika perhitungan telah ada, pendapatan bulanan, termasuk THR (Tunjangan Hari Raya) yang biasa didapat menjelang lebaran, sementara waktu bisa ditutupi dengan uang tabungan. Namun ketika uang bulanan didapat, harus bijak untuk lekas menggantinya. Karena, tabungan itu bisa digunakan sementara untuk memenuhi pembengkakan biaya kebutuhan sebelum THR diterima.

Jalan Lupa Sedekah

Pengaturan keuangan menjadi sesuatu yang penting saat menjalani Ramadhan dan ‘Idul Fitri, karena tergolong dalam ujian pengendalian diri. Namun sayangnya, menurut Sri Khurniatun, MM, RFA konsultan keuangan keluarga muslim, kebanyakan orang gagal mengendalikan diri untuk tidak boros dalam pengeluaran.

Banyak anggaran rumah tangga jebol, karena pengeluaran membengkak, bahkan tak jarang menghabiskan seluruh simpanan. Umumnya pengeluaran sebuah keluarga di bulan-bulan suci dan istimewa ini bisa meningkat 2–3 kali lipat dari pengeluaran di bulan lainnya.

Lalu bagaimana kita mengelola keuangan sehingga kita dapat melewati momen Ramadhan dan Idhul Fitri dengan selamat agar ibadahnya terjaga dan keuangan rumahtangga juga terpelihara? Menurut Sri, hal terpenting untuk diperhatikan adalah untuk bijak dalam berbelanja, dan utamanya tak lupa dengan sedekah.

Karena tidak bijak dalam berbelanja, banyak keuangan keluarga jebol di bulan Ramadhan dan Idhul Fitri. Ini terjadi karena mereka suka lepas kontrol dalam pengeluaran, karena membelanjakan banyak hal yang tidak dianggarkan sebelumnya, atau mereka suka tidak mematuhi anggaran yang telah diatur. Untuk itu, sebaiknya usahakan untuk berbelanja keperluan Ramadhan dan Idhul Fitri jauh-jauh hari menjelang hari H, karena belum terjadi lonjakan harga.

Sri menyayangkan karena tradisi perusahaan di Indonesia yang biasa memberi uang THR mendekati lebaran, sehingga kesempatan belanja masyarakat menjadi terpepet waktu. Kiranya perlu ada himbauan atau aturan agar THR diberikan di awal Ramadhan. Selain kenaikan harga belum terjadi, masyarakat juga bisa lebih khusyu beribadah tanpa disibukkan dengan kegiatan belanja lagi.

Untuk menyiasati harga yang naik, Sri menyarankan agar kita mencari tempat belanja yang lebih murah, seperti di tempat belanja grosir agar bisa berbelanja dalam jumlah banyak dengan harga lebih murah. Atau alternatif kiatnya dengan rame-rame patungan bersama para tetangga untuk berbelanja produk yang sama dalam partai besar.

Hal lain yang krusial di bulan Ramadhan adalah pahala bersedekah yang Allah SWT janjikan akan dilipat gandakan dari bulan-bulan biasa. Sehingga perlu ada persiapan dana yang cukup untuk melipat gandakan sedekah di bulan ini. Selain zakat fitrah, kita juga harus mengupayakan memberi hadiah lebaran atau THR sebagai khadimat kepada orang-orang yang bekerja pada kita, orang tua atau sanak famili yang membutuhkan.

Menurut Sri, adalah jauh lebih penting menyisihkan uang untuk zakat dan sedekah bagi kaum dhuafa` ketimbang memesan makanan yang berlebihan atau membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.

Boks 1

Tips Belanja Lebaran

1. Susunlah daftar (list) keperluan belanja. Baik konsumsi untuk menyambut tamu lebaran, atau perlengkapan lain kebutuhan lebaran. Seperti pakaian, kosmetik, dan obat.

2. Carilah tempat perbelanjaan yang tepat, efektif waktu dan tenaga, juga menyediakan barang-barang keperluan lengkap.

3. Jangan tergiur dengan bom diskon.

4. Jeli memeriksa barang yang akan dibeli. Periksa masa kadaluarsa makanan dan minuman, teliti pula terhadap kerusakan atau cacat pakaian yang akan dibeli.

Boks 2

Agar Tidak Boros Saat Puasa dan Lebaran

Kunci agar tidak boros saat puasa dan lebaran adalah pengendalian diri. Caranya:

1. Memisahkan antara kebutuhan rutin hidup sehari-hari dengan kebutuhan tidak rutin saat puasa dan lebaran.

2. Mengantisipasi fluktuasi (naik atau turunnya) biaya saat puasa dan lebaran.

3. Menu harian keluarga juga harus diatur dengan bijak, dan upayakan agar tidak berbelanja saat hari puasa.

Boks 3

Manfaat Belanja Sebelum Puasa

  • Irit tenaga.
  • Harga-harga barang tidak setinggi saat puasa atau menjelang lebaran.
  • Belanja sebelum puasa dapat membuat kita lebih khusyu’ beribadah dan tidak terbebani kepentingan belanja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: